Pencarian populer
PUBLISHER STORY

Nilai Santunan Korban Meninggal di Maluku Utara Meningkat

Ilustrasi kecelakaan motor (Foto: Muhammad Faisal/kumparan)
PT Jasa Raharja mencatat, nilai santunan terhadap korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Maluku Utara meningkat. Hal ini berdasarkan laporan polisi sejak H-7 hingga H+7 Lebaran tahun 2019.
ADVERTISEMENT
Kepala Perwakilan PT Jasa Raharja Maluku Utara, Aceng Widayat, kepada cermat di Ternate, Rabu (12/6), mengatakan, tahun ini jumlah korban meninggal sebanyak 10 orang. Sehingga total anggaran yang dibayarkan sebesar Rp 454 juta. "Sejak Senin (10/6) kemarin, 10 ahli waris telah disantuni. Masing-masing Rp 50 juta," jelasnya.
Namun dari total anggaran Rp 454 juta untuk 10 ahli waris tersebut, hanya 1 korban yang tidak ada ahli warisnya. Sehingga Jasa Raharja hanya menganggarkan biaya pemakaman. "Jumlahnya Rp 4 juta," tandasnya.
Sementara, besaran maksimal untuk korban luka-luka sebesar Rp 20 juta. "Tapi karena korban dirawat di rumah sakit, jadi santunan untuk biaya perawatannya dibayar Rp 3 juta hingga Rp 4 juta," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Aceng bilang, angka tersebut naik dibandingkan total santunan Jasa Raharja di periode yang sama tahun 2018. "Tahun lalu secara umum kebanyakan luka-luka ringan. Kalau sekarang kebanyakan meninggal dunia, jadi jumlah santunannya juga besar," tuturnya.
Selain itu, lanjut dia, tidak semua yang mengalami lakalantas dijamin oleh Jasa Raharja. Semisal peristiwa di Kota Tidore Kepulauan beberapa waktu lalu, terdapat satu korban meninggal akibat kecelakaan tunggal. "Jadi yang dijamin Jasa Raharja itu tabrakan dua kendaraan," katanya.
---
Olis
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.86