Pencarian populer

KPU Gelar Pleno Sebelum Serahkan Jawaban terkait Gugatan Pemilu ke MK

Ketua KPU, Arief Budiman. Foto: Fadjar Hadi/kumparan

KPU RI menggelar rapat pleno bersama tim hukum sebelum menyerahkan jawaban atas gugatan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uni terkait Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Pleno ini merupakan persiapan terakhir sebelum sejumlah pimpinan KPU dan tim hukum memberikan jawaban ke MK sekitar pukul 14.00 WIB.

"Jadi pagi ini kita pleno finishing sebelum nanti bergerak ke MK untuk menyerahkan jawaban terhadap gugatan Pilpres," kata Ketua KPU Arief Budiman di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/6).

Rapat ini dihadiri oleh seluruh tim hukum KPU untuk menjawab gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 dari Ali Nurdin dan Partner (AnP).

Arief menuturkan pihaknya menyerahkan seluruh proses kepada tim hukum, termasuk juga untuk menyerahkan alat buktinya. Di kesempatan berbeda, Komisioner KPU Hasyim Asy'ari menyebut pihaknya telah mempersiapkan seluruh barang bukti sengketa pemilu dan telah dikirim ke MK.

Barang bukti KPU untuk gugatan sengketa Pemilu tiba di MK. Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan

"Rabu tanggal 12 Juni 2019 adalah batas untuk menyerahkan jawaban dari KPU, dan juga daftar alat bukti beserta dengan dokumen-dokumen yang akan digunakan sebagai alat bukti. Maka dari itu KPU mempersiapkan itu," ucap Hasyim.

Hasyim mengungkapkan KPU tak menemukan kendala apapun untuk mempersiapkan jawaban dan pengumpulan alat bukti. Ia memastikan pihaknya siap menjawab seluruh gugatan yang ditujukan kepada KPU.

"Insyaallah enggak ada (kendala), teman-teman KPU pusat, provinsi, kabupaten/kota juga sudah siap. KPU yang dijawab tentu saja tidak keluar dengan koridor yang diajukan. Jadi nanti substansi dari yang dijawab oleh KPU tentu saja yang relevan dengan apa yang dimohonkan oleh para pemohon, dalam hal ini untuk PHPU Pilpres ya BPN 02," tutup Hasyim.

Sementara itu, KPU sudah mulai mengirimkan alat bukti untuk kepentingan gugatan pemilu ke MK. Sampai saat ini, alat-alat bukti dari seluruh provinsi yang digugat masih terus dibawa ke MK menggunakan mobil boks kontainer.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan